Menggali Pemahaman Guru tentang Evaluasi Pembelajaran AUD: Studi Kualitatif pada Dua Sekolah Berbeda
DOI:
https://doi.org/10.69748/ki.v2i1.543Keywords:
Asesmen Autentik, Evaluasi Pembelajaran, Guru PAUD, Kurikulum Merdeka, Pemahaman GuruAbstract
Evaluasi pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menuntut penerapan asesmen autentik yang berfokus pada perkembangan anak secara holistik. Namun, implementasi di lapangan masih menghadapi tantangan terkait pemahaman guru dan praktik asesmen yang belum sepenuhnya optimal dalam konteks Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif pada dua lembaga PAUD di Kabupaten Ponorogo, yaitu RA Muslimat NU Maguwan dan RA Perwanida Pakunden. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan empat guru dan didukung dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki pemahaman yang konsisten tentang evaluasi pembelajaran sebagai proses autentik dan berkelanjutan berbasis observasi. Praktik asesmen dilakukan melalui berbagai teknik seperti observasi, catatan anekdot, checklist, dan portofolio, namun pelaksanaannya masih dipengaruhi oleh keterbatasan waktu dan tuntutan administratif. Evaluasi pembelajaran AUD bersifat kontekstual dan adaptif terhadap kondisi kelas, sehingga keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh pemahaman konseptual guru, tetapi juga kemampuan adaptasi dalam implementasi asesmen autentik di sekolah.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dwi Anita Ramadianing, Deya Cahya Melsandi, Rizki Mustikasari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


