Kajian Kritis Hermeneutika Modern Friedrich Schleiermacher dalam Perspektif Pentakostal dan Implikasinya Bagi Gereja Masa Kini

Authors

  • Robert Stefanus Hia Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Yogyakarta https://orcid.org/0009-0007-8766-7981
  • Ester Princes Banamtuan Universitas Kristen Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.69748/jrm.v4i1.398

Keywords:

Friedrich Schleiermacher, Hermeneutika Modern, Kaum Pentakostal, Gereja Masa Kini

Abstract

Penelitian ini membahas tinjauan kritis konsep hermeneutika modern yang dikembangkan oleh Friedrich Schleiermacher dalam perspektif kaum Pentakostal. Schleiermacher dalam hermeneutikanya menekankan interpretasi gramatikal dan psikologis dalam proses penafsiran, dengan tujuan menghadirkan pemahaman yang setia terhadap maksud penulis asli. Namun, interpretasi ini menimbulkan persoalan ketika dihadapkan dengan keyakinan teologis Pentakostal yang menekankan otoritas mutlak Alkitab serta peran Roh Kudus dalam penafsiran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang terkait dengan topik. Hasil penelitian ini adalah menunjukkan bahwa pertama, pentingnya menjunjung tinggi otoritas Alkitab sebagai Firman Allah. Alkitab tidak dapat disejajarkan dengan teks lain yang bersifat sekuler, sehingga membuka kemungkinan pengaburan terhadap sifatnya yang ilahi. Kedua, pentingnya menekankan dimensi Pneumatologis dalam hermeneutika. Firman bukan hanya untuk dipahami, tetapi juga untuk dialami dan dihidupi. Gereja masa kini dipanggil untuk tidak menjadikan tafsir Alkitab sebagai urusan pribadi semata, tetapi sebagai bagian dari kekayaan karya Roh Kudus di tengah komunitas. Dengan demikian, gereja dapat menjaga agar penafsiran tidak menyimpang ke arah subjektivisme yang berlebihan, sekaligus menghidupi Firman dalam praksis nyata yaitu dalam pelayanan dan kehidupan sehari-hari.

References

Abednego; Yohanis Kotte. (2025). Tinjauan Kritis terhadap Pola Hermeneutik Modern Friedrich Schleiermacher dalam Perspektif Kaum Injili. Makarios, 4(1), 54–65.

Anthony C. Thiselton. (1992). New Horizond in Hermeneutics. Michigan: Zondervan Publishing House.

Antombikums, A. S. (2024). Are Religious Experiences Immediate Revelations? A Study of Pentecostal Hermeneutics. Verbum et Ecclesia, 45(1), 1–8. https://doi.org/10.4102/ve.v45i1.2915

Aulia, H. (n.d.). Hermeneutics as a Theory of Interpretation in the Western Tradition. Al-Burhan, 77–92.

Dan, A. dan A. T. S. (2023). HERMENEUTIKA PSIKOLOGIS SCHLEIERMACHER DAN KEMUNGKINAN PENGGUNANNYA DALAM PENAFSIRAN AL-QUR’AN. 4(1), 74–91.

Dimas, A., Nainggolan, N. H., Bangun, G. C., & Virginia, P. (2022). STUDI KOMPARATIF ANTARA SOLA SCRIPTURA DENGAN PRIMA SCRIPTURA : IMPLIKASI BAGI HERMENEUTIK PENTAKOSTAL ( Comparative Study Between Sola Scriptura and Prima Scriptura : Implications for Pentecostal Hermeneutics ) dalam pembentukan tradisi Protestan , khusu. 12(1).

Frame, J. M. (2023). Sejarah Filsafat dan Teologi Barat. Surabaya: Momentum Cristian Literature.

Gultom, J., Pakpahan, G. K. R., Pantan, F., & Wariki, V. (2022). WEBINAR EDUKASI TENTANG MANIFESTO DISKURSUS KHARISMATIK Abstrak manapun dan dengan tema apapun . bagian dari keluarga kekristenan . yang kurang untuk mengatur jalannya gereja . Terhadap masalah itu , Pentakostal mesti orang muda . 5 Pada banyak segi kehid. Jurnal PKM Setiadharma, 3, 31–39.

Hardiman, F. B. (2015). Seni Memahami Hermeneutik dari Schleiermacher sampai Derrida. Daerah Istimewa Yogyakarta: PT. Kanisius.

Inayati, U. (2020). Pendekatan Hermeneutika dalam Ilmu Tafsir. Attanwir : Jurnal Keislaman Dan Pendidikan, 9(2), 98–110. https://doi.org/10.53915/jurnalkeislamandanpendidikan.v9i2.10

Katu, J. H. R. (2018). Hermeneutika Teologi Pentakosta. Jurnal Teologi Amreta, 1(2), 9–36. Retrieved from http://jurnal.sttsati.ac.id/index.php/amreta/article/view/9

Keagamaan, T. T. (2016). WACANA HERMENEUTIKA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP TEKS KEAGAMAAN Oleh: Zaprulkhan Dosen Tetap Pascasarjana STAIN SAS Bangka Belitung. 11, 97–123.

Kukuh Prabawa, A. (2021). Interpretasi Makna Gramatis dan Psikologis Tembang Macapat dengan Analisis Hermeneutik Schleiermacher. INDONESIAN JOURNAL of Performing Arts Education, 1(1), 33–41.

Lee, P., & Martin, R. (2018). Characteristics of Pentecostal Biblical Hermeneutics. Pharos Journal of Theology, 99(July). Retrieved from http//:www.pharosjot.com

Martono, M. (2019). KAJIAN KRITIS HERMENEUTIKA FRIEDERICH SCHEIERMACHER Vs PAUL RICOEUR. Jurnal Edukasi Khatulistiwa : Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia, 2(1), 42. https://doi.org/10.26418/ekha.v1i1.31713

Mawikere, M. C. S. (2019). Sola Experientia: Suatu Analisis Terhadap Teologi Schleiermacher. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat, 3(2), 225. https://doi.org/10.46445/ejti.v3i2.145

Mueller, J. T., Seminary, C., & Louis, S. (1944). Concordia Theological M ~ nthly. 15.

Nel, M. (2021). Defining elements and challenges of a pentecostal hermeneutics of experience. HTS Teologiese Studies / Theological Studies, 77(2), 1–7. https://doi.org/10.4102/hts.v77i2.6622

Palmer, R. E. (2022). Hermeneutika: Teori Interpretasi dalam Pemikiran Schleiermacher, Dilthey, Heidegger, dan Gadamer. Yogyakarta: IRCiSoD.

Rumaijuk, M. (2023). Kajian Komparatif Metode Hermeneutik Pentakosta dan Metode Hermeneutik Gereja Masehi Adven Hari Ketujuh Kamus Webster mendefinisikan hermeneutik sebagai the study of the methodological principles of interpretation ( as of the Bible ) . concerned with prob. 6(2), 78–102.

Schleiermacher, F. (1977). Hermeneutics: The Handwritten Manuscripts. (Heinz Kimmerle, Ed.). Missoula: Scholars Press.

Sidik, H., & Sulistyana, I. P. (2021). Hermeneutika Sebuah Metode Interpretasi Dalam Kajian Filsafat Sejarah. Agastya: Jurnal Sejarah Dan Pembelajarannya, 11(1), 19–34. https://doi.org/10.25273/ajsp.v11i1.6224

Stevanus Kalis, P. F. (2020). Baptisan Roh Kudus dalam Perspektif Pentakostal Kalis Stevanus Firman Panjaitan. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta, 2(1), 1–21.

Downloads

Published

31-05-2026

How to Cite

hia, R. S., & Banamtuan, E. P. (2026). Kajian Kritis Hermeneutika Modern Friedrich Schleiermacher dalam Perspektif Pentakostal dan Implikasinya Bagi Gereja Masa Kini. REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi Dan Pendidikan Kristen, 4(1), 52–64. https://doi.org/10.69748/jrm.v4i1.398