Kajian Kritis Hermeneutika Modern Friedrich Schleiermacher dalam Perspektif Pentakostal dan Implikasinya Bagi Gereja Masa Kini
DOI:
https://doi.org/10.69748/jrm.v4i1.398Keywords:
Friedrich Schleiermacher, Hermeneutika Modern, Kaum Pentakostal, Gereja Masa KiniAbstract
Penelitian ini membahas tinjauan kritis konsep hermeneutika modern yang dikembangkan oleh Friedrich Schleiermacher dalam perspektif kaum Pentakostal. Schleiermacher dalam hermeneutikanya menekankan interpretasi gramatikal dan psikologis dalam proses penafsiran, dengan tujuan menghadirkan pemahaman yang setia terhadap maksud penulis asli. Namun, interpretasi ini menimbulkan persoalan ketika dihadapkan dengan keyakinan teologis Pentakostal yang menekankan otoritas mutlak Alkitab serta peran Roh Kudus dalam penafsiran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang terkait dengan topik. Hasil penelitian ini adalah menunjukkan bahwa pertama, pentingnya menjunjung tinggi otoritas Alkitab sebagai Firman Allah. Alkitab tidak dapat disejajarkan dengan teks lain yang bersifat sekuler, sehingga membuka kemungkinan pengaburan terhadap sifatnya yang ilahi. Kedua, pentingnya menekankan dimensi Pneumatologis dalam hermeneutika. Firman bukan hanya untuk dipahami, tetapi juga untuk dialami dan dihidupi. Gereja masa kini dipanggil untuk tidak menjadikan tafsir Alkitab sebagai urusan pribadi semata, tetapi sebagai bagian dari kekayaan karya Roh Kudus di tengah komunitas. Dengan demikian, gereja dapat menjaga agar penafsiran tidak menyimpang ke arah subjektivisme yang berlebihan, sekaligus menghidupi Firman dalam praksis nyata yaitu dalam pelayanan dan kehidupan sehari-hari.
References
Abednego; Yohanis Kotte. (2025). Tinjauan Kritis terhadap Pola Hermeneutik Modern Friedrich Schleiermacher dalam Perspektif Kaum Injili. Makarios, 4(1), 54–65.
Anthony C. Thiselton. (1992). New Horizond in Hermeneutics. Michigan: Zondervan Publishing House.
Antombikums, A. S. (2024). Are Religious Experiences Immediate Revelations? A Study of Pentecostal Hermeneutics. Verbum et Ecclesia, 45(1), 1–8. https://doi.org/10.4102/ve.v45i1.2915
Aulia, H. (n.d.). Hermeneutics as a Theory of Interpretation in the Western Tradition. Al-Burhan, 77–92.
Dan, A. dan A. T. S. (2023). HERMENEUTIKA PSIKOLOGIS SCHLEIERMACHER DAN KEMUNGKINAN PENGGUNANNYA DALAM PENAFSIRAN AL-QUR’AN. 4(1), 74–91.
Dimas, A., Nainggolan, N. H., Bangun, G. C., & Virginia, P. (2022). STUDI KOMPARATIF ANTARA SOLA SCRIPTURA DENGAN PRIMA SCRIPTURA : IMPLIKASI BAGI HERMENEUTIK PENTAKOSTAL ( Comparative Study Between Sola Scriptura and Prima Scriptura : Implications for Pentecostal Hermeneutics ) dalam pembentukan tradisi Protestan , khusu. 12(1).
Frame, J. M. (2023). Sejarah Filsafat dan Teologi Barat. Surabaya: Momentum Cristian Literature.
Gultom, J., Pakpahan, G. K. R., Pantan, F., & Wariki, V. (2022). WEBINAR EDUKASI TENTANG MANIFESTO DISKURSUS KHARISMATIK Abstrak manapun dan dengan tema apapun . bagian dari keluarga kekristenan . yang kurang untuk mengatur jalannya gereja . Terhadap masalah itu , Pentakostal mesti orang muda . 5 Pada banyak segi kehid. Jurnal PKM Setiadharma, 3, 31–39.
Hardiman, F. B. (2015). Seni Memahami Hermeneutik dari Schleiermacher sampai Derrida. Daerah Istimewa Yogyakarta: PT. Kanisius.
Inayati, U. (2020). Pendekatan Hermeneutika dalam Ilmu Tafsir. Attanwir : Jurnal Keislaman Dan Pendidikan, 9(2), 98–110. https://doi.org/10.53915/jurnalkeislamandanpendidikan.v9i2.10
Katu, J. H. R. (2018). Hermeneutika Teologi Pentakosta. Jurnal Teologi Amreta, 1(2), 9–36. Retrieved from http://jurnal.sttsati.ac.id/index.php/amreta/article/view/9
Keagamaan, T. T. (2016). WACANA HERMENEUTIKA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP TEKS KEAGAMAAN Oleh: Zaprulkhan Dosen Tetap Pascasarjana STAIN SAS Bangka Belitung. 11, 97–123.
Kukuh Prabawa, A. (2021). Interpretasi Makna Gramatis dan Psikologis Tembang Macapat dengan Analisis Hermeneutik Schleiermacher. INDONESIAN JOURNAL of Performing Arts Education, 1(1), 33–41.
Lee, P., & Martin, R. (2018). Characteristics of Pentecostal Biblical Hermeneutics. Pharos Journal of Theology, 99(July). Retrieved from http//:www.pharosjot.com
Martono, M. (2019). KAJIAN KRITIS HERMENEUTIKA FRIEDERICH SCHEIERMACHER Vs PAUL RICOEUR. Jurnal Edukasi Khatulistiwa : Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia, 2(1), 42. https://doi.org/10.26418/ekha.v1i1.31713
Mawikere, M. C. S. (2019). Sola Experientia: Suatu Analisis Terhadap Teologi Schleiermacher. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat, 3(2), 225. https://doi.org/10.46445/ejti.v3i2.145
Mueller, J. T., Seminary, C., & Louis, S. (1944). Concordia Theological M ~ nthly. 15.
Nel, M. (2021). Defining elements and challenges of a pentecostal hermeneutics of experience. HTS Teologiese Studies / Theological Studies, 77(2), 1–7. https://doi.org/10.4102/hts.v77i2.6622
Palmer, R. E. (2022). Hermeneutika: Teori Interpretasi dalam Pemikiran Schleiermacher, Dilthey, Heidegger, dan Gadamer. Yogyakarta: IRCiSoD.
Rumaijuk, M. (2023). Kajian Komparatif Metode Hermeneutik Pentakosta dan Metode Hermeneutik Gereja Masehi Adven Hari Ketujuh Kamus Webster mendefinisikan hermeneutik sebagai the study of the methodological principles of interpretation ( as of the Bible ) . concerned with prob. 6(2), 78–102.
Schleiermacher, F. (1977). Hermeneutics: The Handwritten Manuscripts. (Heinz Kimmerle, Ed.). Missoula: Scholars Press.
Sidik, H., & Sulistyana, I. P. (2021). Hermeneutika Sebuah Metode Interpretasi Dalam Kajian Filsafat Sejarah. Agastya: Jurnal Sejarah Dan Pembelajarannya, 11(1), 19–34. https://doi.org/10.25273/ajsp.v11i1.6224
Stevanus Kalis, P. F. (2020). Baptisan Roh Kudus dalam Perspektif Pentakostal Kalis Stevanus Firman Panjaitan. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta, 2(1), 1–21.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Robert Stefanus Hia, Ester Princes Banamtuan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




