Idiom Musik Kalimantan dan Jawa Menjadi Fondasi Estetika Penyanyi Fanny Soegi Dalam Lagu Dharma

Authors

DOI:

https://doi.org/10.69748/jmcd.v4i1.702

Keywords:

Fanny Soegi, Idiom Musik, Pop-Folk, Kalimantan, Jawa

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran idiom musik Kalimantan dan Jawa sebagai variabel pembentuk estetika dalam lagu Dharma oleh Fanny Soegi. Fokus penelitian mencakup bentuk, penempatan, dan fungsi idiom musik tradisional dalam struktur pop-folk modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus musikologi. Data dikumpulkan melalui triangulasi metode, meliputi transkripsi musik sebagai instrumen utama, observasi video musik, serta wawancara dengan informan kunci (gitaris/arranger). Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan validasi antar sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa idiom musik tradisional berperan signifikan dalam membentuk estetika lagu melalui tiga titik utama, yaitu prolog vokal dengan laras pelog Jawa, intro gitar yang mereplikasi karakter petikan sape Dayak berbasis tangga nada pentatonik, serta interlude yang menggabungkan idiom Kalimantan dengan struktur pop modern. Temuan ini diperkuat oleh analisis lirik dan konteks sosial-budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa idiom musik tradisional tidak hanya bersifat dekoratif, tetapi menjadi fondasi utama dalam membangun identitas estetika musik pop kontemporer Indonesia.

References

Avilla Desyani Jovina Bahang, Gede Budarsa, & Putu Karina Pravitasari. (2025). Peran Musik Kontemporer dalam Pelestarian Budaya Tradisional di Ruteng, Manggarai, Flores, NTT. Dharma Acariya Nusantara: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Budaya, 3(1 SE-Articles), 94–103. https://doi.org/10.47861/jdan.v3i1.1671

Chen, M., & Hyun Tai, K. (2025). Pop Music and Globalization: The Integration and Re-creation of Ethnic Elements. Salud, Ciencia y Tecnología, 5 SE-Or, 1607. https://doi.org/10.56294/saludcyt20251607

Christy, A., & Rachman, A. (2023). Form of Bundengan Traditional Music Arrangement by Sanggar Akustika in Wonosobo. Jurnal Seni Musik, 12(1), 1–11. https://doi.org/10.15294/jsm.v12i1.67147

Djelantik, A.A.M. (1999). Estetika Sebuah Pengantar. 1999. Bandung: Masyarakat Seni pertujukan.

Donkoh, S. (2023). Application of triangulation in qualitative research. Journal of Applied Biotechnology & Bioengineering, 10(1), 6–9. https://doi.org/10.15406/jabb.2023.10.00319

Guliyeva, I., & Kopanitsa, L. (2024). Folklore in contemporary music: Revival of cultural traditions. Interdisciplinary Cultural and Humanities Review, 3(2), 24–34. https://doi.org/10.59214//cultural/2.2024.24

Gunawan, I., Milyartini, R., & Masunah, J. (2022). The Use of Laras in Contemporary Gamelan Music. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 22(1), 161–173. https://doi.org/10.15294/harmonia.v22i1.35483

Hartanto, C., Darmawan, D., Manalu, C., & Lenny, A. (2021). Alat Musik Tradisional Di Masa Modern (Sape’ Dayak Kayaan Dalam Kajian Nilai Budaya). Gondang: Jurnal Seni dan Budaya. https://doi.org/10.24114/gondang.v5i2.29311

Hidayatullah, R. (2022). Desain Penelitian Musik di Era Digital (Sebuah Tinjauan Studi Literatur). Virtuoso: Jurnal Pengkajian Dan Penciptaan Musik, 5(1 SE-Articles), 28–40. https://doi.org/10.26740/vt.v5n1.p28-40

Krummel, D. W., & Watanabe, R. T. (1968). Introduction to music research. Notes, 24(3). https://doi.org/10.2307/893921

Mahmud, F. P., & Talaohu, A. R. (2023). Cultural Identity of North Maluku in Folk Pop: When Traditional Meets the Future. Anaphora : Journal of Language, Literary, and Cultural Studies, 6(2 SE-Articles), 191–203. https://doi.org/10.30996/anaphora.v6i2.9760

Majsova, N., & Šepetavc, J. (2023). Popular music as living heritage: theoretical and practical challenges explored through the case of Slovenian folk pop. International Journal of Heritage Studies, 29(12), 1283–1298. https://doi.org/10.1080/13527258.2023.2250759

Pransinartha, Salmanezer, J., & Wowiling, M. L. P. (2025). Pemanfaatan Musik Etnik Dayak Ma’anyan Dalam Pelayanan Musik Gereja Di Jemaat GKE Eben Ezer. Danum Pambelum: Jurnal Teologi Dan Musik Gereja, 5(1), 66–79. https://doi.org/10.54170/dp.v5i1.894

Purnomo, N., & Demartoto, A. (2022). Akulturasi Budaya Dan Identitas Sosial Dalam Gending Jawa Kontemporer Kreasi Seniman Karawitan Di Surakarta. Jurnal Analisa Sosiologi. https://doi.org/10.20961/jas.v11i3.60576

Puspita Uci Maharani, & Ibnu Sodiq. (2025). Perkembangan Musik Campursari di Yogyakarta tahun 1990-2019: Dari Manthous hingga Didi Kempot . Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan, 4(1 SE-Articles), 672–690. https://doi.org/10.55606/inovasi.v4i1.4388

Santos, K. da S., Ribeiro, M. C., de Queiroga, D. E. U., da Silva, I. A. P., & Ferreira, S. M. S. (2020). The use of multiple triangulations as a validation strategy in a qualitative study. Ciencia e Saude Coletiva, 25(2), 655–664. https://doi.org/10.1590/1413-81232020252.12302018

Santoso, I. B., Sunarto, B., Santosa, S., & Mistortoify, Z. (2023). Ungkapan Estetika Karawitan Jawa pada Reproduksi Rekaman Gamelan Ageng Surakarta. Resital:Jurnal Seni Pertunjukan, 24(1), 10–21. https://doi.org/10.24821/resital.v24i1.8885

Sasaki, M., & Masunah, J. (2021). A Review of The Sundanese Scale Theory. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 21(2), 318–329. https://doi.org/10.15294/harmonia.v21i2.32995

Sosrowijaya, K. M. (2023). Transmission of Local and Traditional Music in Indonesian Popular Music (Case Studies of Indonesian Music Groups). Harmonia : Journal of Music and Arts, 1(1 SE-Articles), 55–66. https://doi.org/10.61978/harmonia.v1i1.165

Sugiyanto, S., & Munthe, A. (2024). Art and Cultural Diversity of Dayak Ngaju Tribe: Christian Education Interactive Learning on Kuala Kurun. Gondang: Jurnal Seni dan Budaya. https://doi.org/10.24114/gondang.v8i1.53351

Wicaksono, B. A., & Mariasa, I. N. (2024). Estetika kesenian musik Gendang Beleq Gending Arje Panji Sukerare. Imaji: Jurnal Seni Dan Pendidikan Seni, 22(1 SE-Articles), 91–97. https://doi.org/10.21831/imaji.v22i1.62383

ZulKarnain, M. (2006). Selonding. Jurnal Masyarakat Etnomusikologi Indonesia, 1V No.2(1), 1412–1514.

Downloads

Published

30-04-2026

How to Cite

Larasati, P. A., & Karyawanto, H. Y. (2026). Idiom Musik Kalimantan dan Jawa Menjadi Fondasi Estetika Penyanyi Fanny Soegi Dalam Lagu Dharma. Cantata Deo: Jurnal Musik Dan Seni, 4(1), 1–14. https://doi.org/10.69748/jmcd.v4i1.702