Implementasi Gerakan Ekologis di Kampung Waiya melalui Aksi Penanaman Pohon

Authors

  • Berthin Samuati Banga Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Sentani
  • Yane Maahury Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Sentani
  • Yofsan Tolanda Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Sentani
  • Irianto Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Sentani
  • Okrisye Lantaka Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Sentani
  • Tresia F. Lesirolo Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Sentani

Keywords:

Gerakan Ekologis, Kampung Waiya, Penanaman Pohon, Jurusan Teologi

Abstract

Gerakan ekologis di Kampung Waiya, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura dilaksanakan sebagai respons atas menurunnya kualitas lingkungan akibat berkurangnya tutupan vegetasi serta lemahnya inisiatif rehabilitasi berbasis masyarakat. Aksi penanaman pohon yang dilakukan oleh tim PkM Jurusan Teologi STAKPN Sentani dipilih karena selaras dengan kebutuhan ekologis Waiya sekaligus mendukung program prioritas Kementerian Agama dalam mengarusutamakan ekoteologi sebagai tanggung jawab spiritual terhadap ciptaan. Metode kegiatan mencakup observasi lapangan, edukasi ekologis berbasis pengetahuan ilmiah dan kearifan lokal, serta aksi kolaboratif penanaman pohon bersama masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat, tumbuhnya kesadaran ekologis, serta perubahan sikap terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Data deskriptif berupa jumlah pohon yang ditanam dan lokasi rehabilitasi dilengkapi temuan kualitatif melalui wawancara yang menegaskan meningkatnya komitmen warga untuk merawat vegetasi yang ditanam. Selain memberikan dampak langsung terhadap kualitas lahan, kegiatan ini juga memperkuat hubungan institusional antara STAKPN Sentani dan komunitas Waiya sebagai dasar pengembangan PkM berbasis ekoteologi di masa mendatang. Hasil PkM ini menegaskan bahwa aksi sederhana seperti menanam pohon mampu menghasilkan perubahan ekologis, sosial, dan spiritual yang signifikan bagi masyarakat.

References

Krisdianto, “Hutan dan Deforestasi Indonesia Tahun 2024,” Kementerian Kehutanan, 2025. https://www.kehutanan.go.id/news/article-10 (accessed Dec. 07, 2025).

F. Pattiselanno and A. Krockenberger, “Road development and indigenous hunting in tanah papua: Connecting the facts for future wildlife conservation agendas,” For. Soc., vol. 5, no. 1, 2021, doi: 10.24259/fs.v5i1.12528.

F. S. Pramudya, L. Bong, E. Rolling, A. A. Awirya, and A. A. S. Gunawan, “Forest loss analysis and calculation with geospatial artificial intelligence: A case study of papua province,” Procedia Comput. Sci., vol. 216, pp. 346–355, 2023, doi: 10.1016/j.procs.2022.12.145.

G. F. Watch, “Indonesia Deforestation Rates & Statistics | GFW,” 2024. https://www.globalforestwatch.org/dashboards/country/IDN/?lang=id (accessed Nov. 16, 2025).

S. Sloan et al., “Hidden challenges for conservation and development along the Trans-Papuan economic corridor,” Environ. Sci. Policy, vol. 92, pp. 98–106, Feb. 2019, doi: 10.1016/j.envsci.2018.11.011.

E. Martin, B. T. Premono, S. Surati, S. Sylviani, and S. Ekawati, “Institutional Dissonance and Livelihood Adaptations in Indonesia’s Village Forest Program: Towards a Hybrid Governance for Legitimacy,” Small-scale For., Nov. 2025, doi: 10.1007/s11842-025-09610-9.

E. Lestari, E. Rusdiyana, S. Sugihardjo, R. Setyowati, F. Wibowo, and M. L. Arwindianti, “Implementation of the Climate Village Program (PROKLIM) in Karanganyar, Indonesia,” BIO Web Conf., vol. 189, p. 03004, Oct. 2025, doi: 10.1051/bioconf/202518903004.

P. Marumo and S. Van Der Merwe, “True disciples, nature and leiturgia: Preservation of the earth,” Missionalia, vol. 45, no. 2. 2017. doi: 10.7832/45-2-181.

R. E. Y. Rumbiak, S. Tuhuteru, Y. Oagay, and E. Mirin, “Kegiatan Penghijauan Lingkungan Gereja Melalui Pemberdayaan Jemaat Gereja Advent Kota Wamena,” J. Pengabdi. Masy., vol. 2, no. 1, pp. 66–74, Jan. 2022, doi: 10.31004/abdira.v2i1.83.

L. Wattimena, A. Turot, M. Pattiwael, C. Hetharia, and Y. Loppies, “Kepedulian terhadap Lingkungan : Penanaman Bibit Pohon di Taman Wisata Alam (Twa) Kota Sorong Provinsi Papua Barat,” J. Dedication to Papua Community, vol. 2, no. 1, 2019, doi: 10.34124/288516.

M. S. Refra, R. Lestaluhu, A. Maruapey, F. Saeni, L. H. Nanlohy, and A. Saeni, “Power in Community: Penguatan Spirit Masyarakat dalam Aksi Program Penghijauan di Kelurahan Malamso Kota Sorong,” Abdimas Papua J. Community Serv., vol. 6, no. 1, pp. 8–15, Jan. 2023, doi: 10.33506/pjcs.v6i1.3092.

S. J. Wilson and O. T. Coomes, “‘Crisis restoration’ in post-frontier tropical environments: Replanting cloud forests in the Ecuadorian Andes,” J. Rural Stud., vol. 67, pp. 152–165, Apr. 2019, doi: 10.1016/j.jrurstud.2019.02.023.

E. Maryanti, R. Arifah, and A. Amirah, “Healthy Environmental Movement ‘Tree Planting In Coastal Areas,’ Dairi Regency, North Sumatra,” J. Univers. Community Empower. Provis., vol. 5, no. 2, pp. 77–82, Aug. 2025, doi: 10.55885/jucep.v5i2.714.

L. Indriyani et al., “Implementasi Konservasi Tanah dan Air berbasis Eco-Habitat di Sekitar Tahura Nipa-Nipa Desa Waworaha Kabupaten Konawe,” AKSILAR Akselerasi Luaran Pengabdi. Masy., vol. 1, no. 2, pp. 52–62, 2024.

S. P. Rohmatin Agustina et al., Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Azzia Karya Bersama, 2025.

W. Zhang and S. Wu, “Impacts of Climate and Anthropogenic Disturbances on Vegetation Structure and Functions,” Atmosphere, vol. 14, no. 6. 2023. doi: 10.3390/atmos14060923.

P. K. Sosial et al., “Pengaruh Konservasi Sosial dan Biodiversitas Terhadap Kesehatan Masyarakat Adat Suku KajangNANo ranking found for ‘Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya,’” jurnal.unismuhpalu.ac.id, vol. 7, no. 4, p. 133, Nov. 2021, doi: 10.32884/IDEAS.V7I4.495.

N. C. Habel and S. Wurst, Earth Story in Genesis, vol. 2. A&C Black, 2000.

Downloads

Published

18-05-2026 — Updated on 18-05-2026

Versions

How to Cite

Banga, B. S., Maahury, Y., Tolanda, Y., Irianto, Lantaka, O., & Lesirolo, T. F. (2026). Implementasi Gerakan Ekologis di Kampung Waiya melalui Aksi Penanaman Pohon. BURERE: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 58–67. Retrieved from https://ejurnal.stakpnsentani.ac.id/index.php/burere/article/view/487