BURERE: Jurnal Pengabdian Masyarakat
https://ejurnal.stakpnsentani.ac.id/index.php/burere
<p align="justify"><strong>BURERE:</strong> Jurnal Pengabdian Masyarakat diterbitkan oleh P3M Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Sentani dengan frekuensi terbitan yaitu dua kali dalam satu tahun (<strong>Mei</strong> dan <strong>November</strong>). Pertama kali terbit pada tahun 2025 dan kami menyambut dengan baik berbagai hasil pengabdian dalam bidang Pendidikan, Agama, Budaya, dan Seni. Jurnal ini mendorong publikasi akademis yang berdampak nyata bagi pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.</p> <p><strong>E-ISSN: | P-ISSN:</strong></p>Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentanien-USBURERE: Jurnal Pengabdian MasyarakatImplementasi Teori dan Praktik Kurikulum Cinta di Panti Asuhan Karya Anak Perdamaian Sentani
https://ejurnal.stakpnsentani.ac.id/index.php/burere/article/view/664
<p><em>Urgensi Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) muncul dari tingginya kerentanan anak Indonesia, yang ditandai oleh kekerasan berbasis relasi, ketidakstabilan emosional, dan ketimpangan pengasuhan. PkM Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini STAKPN Sentani bertujuan mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai model pengasuhan transformatif yang menempatkan kasih, kehadiran emosional, dan regulasi emosi sebagai fondasi pembentukan karakter anak. Pendekatan dilakukan melalui observasi relasional, edukasi dan pelatihan pengasuh, serta praktik implementasi aktivitas harian yang mengintegrasikan teori kelekatan, pedagogi kasih, dan nilai Panca Cinta. Hasil analisis menunjukkan peningkatan kualitas komunikasi empatik pengasuh, konsistensi kehadiran emosional, serta respons positif anak berupa rasa aman, keterbukaan, dan partisipasi aktif. Temuan ini memperlihatkan bahwa intervensi berbasis kasih mampu menjembatani kesenjangan antara kebijakan nasional, praktik pengasuhan, dan kebutuhan psikososial anak. PkM ini meningkatkan kapasitas pengasuh sekaligus membangun ekosistem pengasuhan holistik yang relevan dengan konteks sosial-budaya Papua, menjadi model yang dapat direplikasi secara regional untuk memperkuat pendidikan karakter dan pertumbuhan moral anak.</em></p>Dorce Bu'tuPilipus Maurits KopeuwMarkus GainauSeprianti PandiYakob Godlif MalatunyNurhayati BangaFransina Abineno
Copyright (c) 2026 Dorce Bu'tu, Pilipus Maurits Kopeuw, Markus Gainau, Seprianti Pandi, Yakob Godlif Malatuny, Nurhayati Banga, Fransina Abineno
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-05-182026-05-18123140Penguatan Kompetensi Manajerial dan Kepemimpinan Mahasiswa PAK melalui Pendampingan MPMBS di SMP Negeri 5 Sentani
https://ejurnal.stakpnsentani.ac.id/index.php/burere/article/view/563
<p><em>Theoretical management learning often fails to provide Christian Religious Education (CRE) students with contextual experience in understanding the dynamics of real school leadership. This community service activity aims to strengthen students' managerial and leadership competencies through school mentoring based on School-Based Quality Improvement Management (MPMBS) at SMP Negeri 5 Sentani. The method used is a participatory-reflective approach based on experiential learning, which includes stages of environmental observation, interactive managerial dialogue, and the preparation of evaluative reports. The results of the activity showed a significant transformation in the students' way of thinking, from a normative understanding to a critical evaluative ability in identifying management functions and analyzing the integration of the value of "faith" as the foundation of organizational culture. Students successfully synthesized the theoretical framework of MPMBS with the reality of leadership in pluralistic public schools. This activity proves that the dialogical synergy between universities and partner schools is effective in bridging the gap between theory and practice. In conclusion, this mentoring model is a strategic instrument for shaping professional, integrity-driven future education leaders who are capable of managing school quality sustainably.</em></p>Riski TasijawaKrislina PattipeiluhuVirginia Vania LumolosSifra Yunita TokoroYanse RandeAnce Wandikbo
Copyright (c) 2026 Riski Tasijawa, Krislina Pattipeiluhu, Virginia Vania Lumolos, Sifra Yunita Tokoro, Yanse Rande, Ance Wandikbo
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-05-182026-05-1812415010.69748/burere.v1i2.563Kelompok Vital Menerapkan Model Lahir-Rawat-Didik-Bangun Untuk Perintisan Gereja Di Kabupaten Bandung
https://ejurnal.stakpnsentani.ac.id/index.php/burere/article/view/554
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini menerapkan kerangka teologis “Jalan yang Ditetapkan Allah” sebagai strategi perintisan dan pertumbuhan gereja berbasis kelompok di Kabupaten Bandung. Tim pelaksana melakukan pendekatan partisipatif melalui tiga tahap utama yaitu home-meeting, grouping, dan collection, selama periode 2021–2024. Hasilnya, terbentuklah sebuah komunitas iman lokal baru yang dideklarasikan pada 1 Desember 2024 dengan jumlah jemaat mencapai ±80 jiwa. Proses ini tidak hanya meningkatkan pertumbuhan numerik, tetapi juga memperdalam spiritualitas jemaat, mendorong partisipasi aktif dalam pelayanan, dan menghasilkan pemimpin rohani dari kalangan jemaat biasa. Metode Participatory Action Research (PAR) digunakan untuk memastikan keterlibatan jemaat secara penuh dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Temuan menunjukkan bahwa model ini efektif dalam membangun gereja yang organik, relasional, dan dihapuskan pada prinsip gereja mula-mula.</span></span></p>Erlyna ErlynaYansen RumsayorAnto OeyMia TarihoranFerry Simanjuntak
Copyright (c) 2026 Erlyna Erlyna, Yansen Rumsayor, Anto Oey, Mia Tarihoran, Ferry Simanjuntak
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-05-182026-05-18125157Implementasi Gerakan Ekologis di Kampung Waiya melalui Aksi Penanaman Pohon
https://ejurnal.stakpnsentani.ac.id/index.php/burere/article/view/487
<p>Gerakan ekologis di Kampung Waiya, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura dilaksanakan sebagai respons atas menurunnya kualitas lingkungan akibat berkurangnya tutupan vegetasi serta lemahnya inisiatif rehabilitasi berbasis masyarakat. Aksi penanaman pohon yang dilakukan oleh tim PkM Jurusan Teologi STAKPN Sentani dipilih karena selaras dengan kebutuhan ekologis Waiya sekaligus mendukung program prioritas Kementerian Agama dalam mengarusutamakan ekoteologi sebagai tanggung jawab spiritual terhadap ciptaan. Metode kegiatan mencakup observasi lapangan, edukasi ekologis berbasis pengetahuan ilmiah dan kearifan lokal, serta aksi kolaboratif penanaman pohon bersama masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat, tumbuhnya kesadaran ekologis, serta perubahan sikap terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Data deskriptif berupa jumlah pohon yang ditanam dan lokasi rehabilitasi dilengkapi temuan kualitatif melalui wawancara yang menegaskan meningkatnya komitmen warga untuk merawat vegetasi yang ditanam. Selain memberikan dampak langsung terhadap kualitas lahan, kegiatan ini juga memperkuat hubungan institusional antara STAKPN Sentani dan komunitas Waiya sebagai dasar pengembangan PkM berbasis ekoteologi di masa mendatang. Hasil PkM ini menegaskan bahwa aksi sederhana seperti menanam pohon mampu menghasilkan perubahan ekologis, sosial, dan spiritual yang signifikan bagi masyarakat.</p>Berthin Samuati BangaYane MaahuryYofsan TolandaIriantoOkrisye LantakaTresia F. Lesirolo
Copyright (c) 2026 Berthin Samuati Banga
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-05-182026-05-18125867Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Gereja dalam Pengembangan Potensi Desa untuk Pencegahan Stunting dan Penguatan Kesehatan Mental di Desa Pinusungkulan, Minahasa.
https://ejurnal.stakpnsentani.ac.id/index.php/burere/article/view/561
<p><em>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemberdayaan masyarakat Desa Pinusungkulan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan gereja dalam upaya pencegahan stunting serta penguatan kesehatan mental berbasis nilai iman Kristen. Metode yang digunakan adalah pendekatan community-based intervention dan participatory learning, dengan melibatkan 48 peserta yang terdiri atas warga jemaat dan aparat desa. Program dilaksanakan melalui edukasi gizi seimbang, simulasi manajemen stres keluarga, dan refleksi iman dalam konteks kehidupan sehari-hari. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 75%, perubahan perilaku sebesar 72%, partisipasi aktif mencapai 90%, serta terbentuknya kelompok jemaat peduli gizi dan kesehatan mental sebagai bentuk transformasi sosial-komunal sebesar 78%. Capaian ini menegaskan bahwa integrasi nilai spiritual dan edukasi ilmiah efektif dalam membangun kesadaran kolektif serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat desa. Meskipun aspek keberlanjutan masih memerlukan pendampingan lanjutan, program ini menjadi model faith-based community empowerment yang potensial untuk direplikasi di berbagai daerah sebagai wujud sinergi antara iman, ilmu, dan kemanusiaan dalam pengembangan masyarakat berkelanjutan</em></p>Santy LayanYohanes K. LabobarShintia M. KapojosPilipus M. Kopeuw
Copyright (c) 2026 Santy Layan, Yohanes K. Labobar, Shintia M. Kapojos , Pilipus M. Kopeuw
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-05-182026-05-1812687910.69748/burere.v1i2.561