KHOMBO IME: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
https://ejurnal.stakpnsentani.ac.id/index.php/ki
<p style="text-align: justify;"><strong><em>KHOMBO IME: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini</em></strong> merupakan jurnal ilmiah yang berfokus pada pengembangan ilmu dan praktik pendidikan anak usia dini (PAUD), serta menjadi wadah publikasi bagi hasil penelitian, gagasan konseptual, telaah pustaka, maupun pengalaman praktis dari dosen, mahasiswa, dan praktisi pendidikan.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>KHOMBO IME:</strong> Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan <strong>Mei</strong> dan <strong>November</strong>.</p> <p><strong>E-ISSN: <a title="EISSN BRIN ONLINE" href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20250710491119211">3109-290X</a></strong> | <strong>P-ISSN:</strong> xxxx-xxxx</p>Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STAKPN Sentanien-USKHOMBO IME: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini3109-290XPeran Guru Mengembangkan Karakter Religius Melalui Metode Bernyanyi di Taman Kanak-kanak Islam Diniyyah Al-Azhar Jambi
https://ejurnal.stakpnsentani.ac.id/index.php/ki/article/view/475
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam mengembangkan karakter religius anak melalui metode bernyanyi pada anak usia 5–6 tahun di TK Islam Diniyyah Al-Azhar Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian anak kelas Kindy 2B. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan strategis sebagai perancang pembelajaran, teladan perilaku religius, fasilitator pengalaman belajar, serta pembimbing spiritual dalam implementasi metode bernyanyi. Penggunaan lagu-lagu religius terbukti mampu meningkatkan minat belajar anak, memperkuat daya ingat terhadap nilai moral dan ajaran agama, serta membantu internalisasi perilaku religius melalui pembiasaan yang menyenangkan. Temuan juga menunjukkan bahwa keberhasilan metode bernyanyi didukung oleh lingkungan sekolah yang religius, media pembelajaran yang menarik, serta keterlibatan orang tua, sementara hambatan utama berasal dari perbedaan karakteristik dan kemampuan anak dalam memahami makna lagu. Secara konseptual, temuan ini menegaskan bahwa metode bernyanyi tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran, tetapi juga sebagai strategi pedagogis berbasis pengalaman yang mendukung pembentukan karakter religius anak usia dini secara holistik. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada penguatan praktik pendidikan karakter religius berbasis seni dalam konteks pendidikan anak usia dini.</p>Larrasati RasyidAbdul Muhaimin El-YusufiAidil S
Copyright (c) 2026 Larrasati Rasyid, Abdul Muhaimin El-Yusufi, Aidil S
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-05-052026-05-052111410.69748/ki.v2i1.475Kajian Estetika dan Nilai Pendidikan dalam Operet Petualangan PAUD ke SD yang Menyenangkan
https://ejurnal.stakpnsentani.ac.id/index.php/ki/article/view/483
<p>Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana estetika dalam video operet “<em>Petualangan PAUD ke SD yang Menyenangkan</em>” berfungsi sebagai strategi pedagogis dalam mendukung kesiapan transisi anak dari PAUD ke SD. Penelitian menggunakan pendekatan analisis isi kualitatif berorientasi estetika melalui pengkajian unsur visual, musikal, dan dramatik dalam video operet sebagai objek kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna cerah, ritme gerak yang konsisten, musik bertempo ceria, serta alur cerita yang positif mampu menciptakan pengalaman emosional yang menurunkan kecemasan, memperkuat rasa aman, dan menumbuhkan antusiasme anak dalam menghadapi lingkungan sekolah dasar. Representasi karakter yang mandiri, komunikatif, dan mampu memecahkan masalah berperan sebagai model perilaku yang membantu anak menginternalisasi kemampuan adaptasi, disiplin, serta keberanian menghadapi situasi baru. Temuan ini menunjukkan bahwa estetika bekerja sebagai medium pembentukan makna karena pengalaman belajar anak usia dini berlangsung melalui keterlibatan emosional, simbolik, dan sosial secara simultan. Dengan demikian, estetika audiovisual tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap tampilan, tetapi juga dapat menjadi strategi pedagogis dalam memperkuat kesiapan emosional, sosial, dan belajar anak pada masa transisi sekolah, serta berkontribusi pada pengembangan media pembelajaran berbasis seni yang mendukung transisi pendidikan anak usia dini secara holistik.</p>Srie Maya PratiwiR. Siti Sri Noerjati Leli Kurniawati
Copyright (c) 2026 Srie Maya Pratiwi, R. Siti Sri Noerjati , Leli Kurniawati
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-05-052026-05-0521153110.69748/ki.v2i1.483Analisis Reward dan Punishment Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Anak Usia Dini di Ra As-Shiddiqi Kowel Pamekasan
https://ejurnal.stakpnsentani.ac.id/index.php/ki/article/view/533
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi <em>reward</em> dan <em>punishment</em> dalam meningkatkan kedisiplinan anak usia dini di RA As-Shiddiqi Kowel, Pamekasan. Urgensi penelitian ini didasarkan pada kebutuhan akan strategi pembinaan disiplin yang edukatif, proporsional, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak, khususnya pada lembaga pendidikan berbasis nilai keagamaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas tiga guru dan satu kepala RA yang dipilih secara <em>purposive</em>. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>reward</em> berfungsi sebagai penguatan positif melalui apresiasi verbal, nonverbal, dan simbolik yang mendorong motivasi serta pembiasaan perilaku disiplin anak. <em>Punishment</em> diterapkan secara nonfisik, bertahap, dan edukatif sebagai mekanisme korektif untuk membangun kesadaran terhadap batas perilaku. Konsistensi implementasi oleh guru serta dukungan kebijakan lembaga berperan penting dalam membentuk perubahan perilaku disiplin yang lebih stabil. Penelitian ini menghasilkan model konseptual implementasi <em>reward</em> dan <em>punishment</em> yang menekankan keseimbangan antara penguatan positif dan koreksi edukatif dalam pembentukan disiplin anak usia dini. Secara teoretis, temuan ini memperkuat kajian disiplin positif dalam konteks RA berbasis nilai religius, serta memberikan implikasi praktis bagi guru dalam merancang strategi pembinaan disiplin yang kontekstual dan berkelanjutan.</p>HamamahMaimonMusayyadah
Copyright (c) 2026 Hamamah, Maimon, Musayyadah
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-05-092026-05-0921324110.69748/ki.v2i1.533Peningkatan Keterampilan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Finger Painting di PAUD Nurul Jadid
https://ejurnal.stakpnsentani.ac.id/index.php/ki/article/view/547
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan motorik halus anak Kelompok A di PAUD Nurul Jadid, yang ditunjukkan oleh kurangnya kontrol gerak jari, koordinasi mata dan tangan yang belum stabil, serta hasil karya yang kurang rapi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 4–5 tahun melalui kegiatan <em>finger painting</em> berbahan alami. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 10 anak yang terdiri dari 6 laki-laki dan 4 perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi dan penilaian menggunakan rubrik perkembangan motorik halus dengan kategori BB, MB, BSH, dan BSB. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan motorik halus secara bertahap dari pra-tindakan (40%) menjadi 60% pada siklus I dan meningkat hingga 80% pada siklus II, sehingga indikator keberhasilan penelitian tercapai. Peningkatan terlihat pada aspek koordinasi mata dan tangan, kekuatan serta kontrol gerak jari, dan kerapian hasil karya. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan <em>finger painting</em> berbahan alami efektif sebagai strategi pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini.</p>Fania Nur LailiMaulidiyah Usailatul Andiya
Copyright (c) 2026 Fania Nur Laili, Maulidiyah Usailatul Andiya
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-05-092026-05-0921425110.69748/ki.v2i1.547