https://ejurnal.stakpnsentani.ac.id/index.php/jmcd/issue/feed Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni 2026-04-30T00:00:00+09:00 Ambar Sulistyowati, S.Sn., M.A. ambar@stakpnsentani.ac.id Open Journal Systems <p style="text-align: justify;"><strong>Cantata Deo:</strong> Jurnal Musik dan Seni diterbitkan oleh P3M Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Sentani dengan frekuensi terbitan yaitu dua kali dalam satu tahun (<strong>April </strong>dan <strong>Oktober</strong>). Pertama kali terbit pada tahun 2023 dan kami menyambut dengan baik berbagai kajian musik, seni, musik gereja, pendidikan musik gereja, kajian seni musik dan musik etnis dalam perspektif yang beragam demi pengembangan pengetahuan.</p> <p><strong>E-ISSN:</strong> <strong><a title="E-ISSN BRIN" href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20230330581058634" target="_blank" rel="noopener">2987-0453</a></strong> | <strong>P-ISSN: <a title="P-ISSN BRIN" href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20230509310763530" target="_blank" rel="noopener">2987-5277</a></strong></p> https://ejurnal.stakpnsentani.ac.id/index.php/jmcd/article/view/702 Idiom Musik Kalimantan dan Jawa Menjadi Fondasi Estetika Penyanyi Fanny Soegi Dalam Lagu Dharma 2026-04-23T20:40:46+09:00 Putri Amalia Larasati putri.22050@mhs.unesa.ac.id Harpang Yudha Karyawanto harpangkaryawanto@unesa.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis peran idiom musik Kalimantan dan Jawa sebagai variabel pembentuk estetika dalam lagu Dharma oleh Fanny Soegi. Fokus penelitian mencakup bentuk, penempatan, dan fungsi idiom musik tradisional dalam struktur pop-folk modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus musikologi. Data dikumpulkan melalui triangulasi metode, meliputi transkripsi musik sebagai instrumen utama, observasi video musik, serta wawancara dengan informan kunci (gitaris/arranger). Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan validasi antar sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa idiom musik tradisional berperan signifikan dalam membentuk estetika lagu melalui tiga titik utama, yaitu prolog vokal dengan laras pelog Jawa, intro gitar yang mereplikasi karakter petikan sape Dayak berbasis tangga nada pentatonik, serta interlude yang menggabungkan idiom Kalimantan dengan struktur pop modern. Temuan ini diperkuat oleh analisis lirik dan konteks sosial-budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa idiom musik tradisional tidak hanya bersifat dekoratif, tetapi menjadi fondasi utama dalam membangun identitas estetika musik pop kontemporer Indonesia.</p> 2026-04-30T00:00:00+09:00 Copyright (c) 2026 Putri Amalia Larasati, Harpang Yudha Karyawanto https://ejurnal.stakpnsentani.ac.id/index.php/jmcd/article/view/667 Pengaruh Musik Kontemporer Terhadap Partisipasi Jemaat dalam Ibadah Gereja di HKBP Sukadame 2026-04-14T21:09:04+09:00 Alfonco Exaudi Purba exaudiprb04@gmail.com Riris Johanna Siagian ririsjohannasiagian@stt-hkbp.ac.id <p>Penggunaan musik kontemporer dalam ibadah gereja menimbulkan perbedaan respons jemaat yang berdampak pada partisipasi, sementara kajian kontekstual pada gereja lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis partisipasi jemaat dalam ibadah melalui penggunaan musik kontemporer di HKBP Sukadame. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif dalam ibadah, dan dokumentasi terhadap pendeta, sintua, pelayan musik, serta jemaat lintas usia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan musik kontemporer dalam ibadah sore meningkatkan partisipasi jemaat, yang ditandai dengan meningkatnya kehadiran dan keterlibatan aktif dalam bernyanyi serta pelayanan musik, terutama pada remaja dan pemuda. Namun, jemaat dewasa cenderung memilih musik tradisional yang dianggap lebih mendukung kekhusyukan ibadah. Temuan ini menunjukkan perlunya keseimbangan antara relevansi musik dan kedalaman spiritual dalam praktik ibadah.</p> 2026-04-30T00:00:00+09:00 Copyright (c) 2026 Alfonco Exaudi Purba, Riris Johanna Siagian https://ejurnal.stakpnsentani.ac.id/index.php/jmcd/article/view/531 Reconsidering the Drill Method in Music Education: Pedagogical Perspectives and Learning Outcomes 2026-03-06T09:53:04+09:00 Piter Sembiring piter.sembiring06@gmail.com Yudi Sukmayadi yudi.sukmayadi@upi.edu Sandie Gunara sandiegunara@upi.edu <p>The drill method has long been employed in music education, yet its pedagogical relevance remains debated due to its association with mechanical repetition and limited musical meaning. This study aims to re-examine the role of the drill method in music learning by synthesising pedagogical perspectives, instructional practices, and reported learning outcomes within existing scholarly literature. A qualitative literature review design was employed, involving systematic database searching, study selection based on predefined inclusion criteria, and thematic analysis of selected studies. Data were analysed using a structured analytical framework through coding, categorisation, and cross-study comparison to identify recurring pedagogical patterns and reported learning outcomes. The reviewed studies indicate that drill-based practice consistently supports technical stability, musical accuracy, notation literacy, and performance consistency across diverse educational contexts. However, its effectiveness is strongly dependent on instructional design and pedagogical integration. Drill contributes to meaningful musical development when aligned with clear objectives, guided feedback, and interpretative engagement, but becomes limited when applied as isolated repetition. This study positions drill as a foundational pedagogical strategy that supports progressive musical learning rather than as a purely mechanical method.</p> 2026-04-30T00:00:00+09:00 Copyright (c) 2026 Piter Sembiring, Yudi Sukmayadi, Sandie Gunara https://ejurnal.stakpnsentani.ac.id/index.php/jmcd/article/view/446 Bel Canto Sebagai Teknik Dalam Membentuk Vokal Paduan Suara 2026-03-05T09:03:16+09:00 Laura Megawaty Manalu lauramegawatymanalu@sttjaffray.ac.id Richard Junior Kapoyos richardkapoyos@gmail.com Musa Kiring musa.kiring@sttjaffray.ac.id Andy Gotib andygotib@gmail.com Esther Elmy e5th3relmy@gmail.com <p>Minat terhadap kegiatan paduan suara di berbagai institusi Indonesia, seperti sekolah, universitas, tempat ibadah, perkantoran, dan kelompok independen, menunjukkan perkembangan pesat dan semakin diakui sebagai wadah pembinaan musikal (Bourdieu et al., 2024). Pertumbuhan ini belum sepenuhnya diimbangi perhatian sistematis terhadap proses pembentukan vokal, sehingga masih dijumpai persoalan intonasi, kualitas resonansi, kurangnya harmonisasi, blending suara, serta keselarasan dinamika (balancing) dalam penampilan paduan suara (Zakarias Aria Widyatama Putra et al., 2023). Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan gaya bel canto sebagai pendekatan teknik pembentukan vokal pada paduan suara. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang dipadukan dengan analisis deskriptif komparatif terhadap konsep bel canto dan relevansinya bagi praktik paduan suara. Instrumen penelitian berupa lembar analisis berbasis indikator teknik bel canto, yaitu postur tubuh, pernapasan (appoggio), pengelolaan register, resonansi, dan artikulasi, yang dalam literatur diakui sebagai elemen penting produksi suara yang stabil, resonan, dan ekspresif (Sarasvati et al., 2023). Data dikumpulkan melalui dokumentasi buku, artikel ilmiah, dan sumber primer bel canto yang merujuk pada pemikiran Pamelia S. Phillips, James Stark, dan G.B. Lamperti, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan kesesuaian konseptual yang kuat antara prinsip bel canto dan kebutuhan teknik vokal paduan suara. Temuan ini menegaskan potensi adaptasi sistematis teknik bel canto sebagai landasan pedagogi vokal paduan suara untuk meningkatkan kualitas produksi suara, kontrol pernapasan, dan kesatuan bunyi antar anggotanya.</p> 2026-04-30T00:00:00+09:00 Copyright (c) 2026 Laura Megawaty Manalu, Richard Junior Kapoyos, Musa Kiring, Andy Gotib, Esther Elmy https://ejurnal.stakpnsentani.ac.id/index.php/jmcd/article/view/679 Analisis Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia Tim Musik (Worship Leader and Singer): Studi Kualitatif Pada GPDI Elohim Sentani 2026-04-24T22:06:26+09:00 Deysi Olvie Mulder deysiolvie1972@gmail.com <p class="font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]">Pelayanan musik ibadah, khususnya peran <em>Worship Leader</em> (WL) dan Singer, merupakan komponen strategis dalam keberhasilan ibadah gereja Pentakosta. Namun, sistem manajemen sumber daya manusia (MSDM) yang mengatur tim musik ini kerap tidak terstruktur secara formal. Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem MSDM” tim musik (WL dan Singer) di GPdI Elohim Sentani, dengan fokus pada empat aspek: rekrutmen, pelatihan dan pengembangan, penugasan pelayanan, serta evaluasi kinerja. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas gembala sidang, koordinator tim musik, worship leader aktif, dan singer. Hasil’ penelitian menunjukkan bahwa GPdI Elohim Sentani menerapkan sistem MSDM semi-formal yang mengintegrasikan aspek teologis “(panggilan, karunia, dan karakter rohani) dengan pertimbangan teknis musikal. Rekrutmen didasarkan pada rekomendasi pemimpin dan bukti kehidupan rohani yang konsisten. Pelatihan dilakukan secara internal melalui sesi latihan rutin, mentoring, dan pembinaan pastoral. “Evaluasi berlangsung melalui mekanisme umpan balik informal yang berpusat pada koordinator tim. Penelitian ini mengimplikasikan perlunya pengembangan sistem MSDM yang lebih terstruktur namun tetap berlandaskan nilai-nilai teologis Pentakosta.</p> 2026-04-30T00:00:00+09:00 Copyright (c) 2026 Deysi Olvie Mulder https://ejurnal.stakpnsentani.ac.id/index.php/jmcd/article/view/493 Analisis Efektivitas Tes Musikalitas Mahasiswa Pada Pembelajaran Teori Musik Berbasis Open The Box 2026-04-01T12:13:24+09:00 Nafik Salafiyah nafiksalafiyah@students.unnes.ac.id Wahyu Lestari wahyupyarlestari@mail.unnes.ac.id Teguh Supriyanto teguh.supriyanto@mail.unnes.ac.id Udi Utomo udiutomo@mail.unnes.ac.id Syahrul Syah Sinaga sinaga@mail.unnes.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media edukasi <em>Open the Box Wordwall</em> dalam meningkatkan kualitas pembelajaran seni musik bagi mahasiswa kelas teori musik berbasis digital ini diujicobakan pada dua skala, yaitu skala kecil (4 mahasiswa) dan skala besar (40 mahasiswa), untuk melihat konsistensi pengaruhnya terhadap keterlibatan, motivasi, pemahaman konsep, dan hasil evaluasi pembelajaran teori musik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan instrumen tes, angket, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya motivasi intrinsik pada mahasiswa berupa peningkatan signifikan pada partisipasi aktif mahasiswa, penguasaan konsep seni musik, dan performa evaluasi setelah menggunakan <em>Open The Box</em>. Elemen permainan seperti tantangan, visual interaktif, dan umpan balik cepat terbukti memperkuat retensi memori dan membuat proses pembelajaran lebih menarik. Temuan ini menegaskan bahwa <em>Open The Box</em> tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran, tetapi juga sebagai strategi pedagogis yang mampu meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi tuntutan pembelajaran berbasis teknologi. Dengan demikian, <em>Open the Box</em> direkomendasikan sebagai media inovatif yang efektif dalam pengembangan kompetensi mahasiswa seni musik.</p> 2026-04-30T00:00:00+09:00 Copyright (c) 2026 Nafik Salafiyah, Wahyu Lestari, Teguh Supriyanto, Udi Utomo, Syahrul Syah Sinaga https://ejurnal.stakpnsentani.ac.id/index.php/jmcd/article/view/665 Analisis Melodi Lagu Anak Dalam Kerangka Penciptaan Lagu 2026-04-14T20:59:53+09:00 Gabriella Charis Hariyanto gabriellacharishariyanto@gmail.com <p>Lagu anak saat ini kurang diminati oleh anak-anak akibat dari perkembangan teknologi dan maraknya penggunaan media sosial di kalangan anak. Anak-anak cenderung berminat pada lagu populer bertema dewasa. Perlu adanya upaya untuk memopulerkan kembali lagu anak, salah satunya dengan memproduksi lagu anak baru yang sesuai dengan karakteristiknya. Salah satu karakteristik lagu anak adalah memiliki melodi yang sederhana dan mudah diingat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mencari formula pembuatan melodi lagu anak yang sederhana dan mudah diingat melalui studi literaratur dan analisis terhadap lagu anak yang sudah ada. Hasil penelitian ini adalah komposer perlu mempertimbangkan dua hal dalam menciptakan melodi lagu anak yakni aspek psikologis dan aspek musikologis. Aspek psikologis menjelaskan bagaimana musik diproses dalam otak yakni melalui tiga tahap, (1) sensori, (2) persepsi, (3) kognisi. Familiaritas dapat mempermudah pendengar memproses musik. Aspek musikologis melalui teori Gesalt memberi pertimbangan untuk komposer tentang bagaimana merangkai nada yang mudah diingat.</p> 2026-04-30T00:00:00+09:00 Copyright (c) 2026 Gabriella Charis Hariyanto https://ejurnal.stakpnsentani.ac.id/index.php/jmcd/article/view/415 Adaptasi Kultural Ukulele dalam Musik Lokal dan Ibadah Kristen di Maluku dan Papua 2025-10-14T09:58:59+09:00 Nelinio P. M Parinussa parinussanelinio07@gmail.com <p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini mengkaji fenomena adaptasi ukulele dalam konteks musik lokal dan praktik keagamaan di Indonesia, dengan fokus pada wilayah Maluku dans Papua. Ukulele yang berkembang di Hawaii pada abad ke-16, telah mengalami proses adaptasi budaya yang unik saat berinteraksi dengan tradisi musik dan kehidupan spiritual masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnomusikologi, termasuk tinjauan pustaka, observasi partisipatif, dan wawancara semi-terstruktur dengan para penggiat musik ukulele di Maluku, serta instruktur dan musisi ukulele di Papua. Analisis data dilakukan dalam tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan triangulasi. Temuan penelitian menunjukkan pergeseran persepsi mengenai ukulele, yang mengindikasikan bahwa alat musik ini tidak lagi dipandang sebagai alat musik asing. Sebaliknya, ukulele telah menjadi komponen integral dari identitas musik lokal, berintegrasi secara mulus dengan tifa di Papua dan membentuk format cak-cuk dalam keroncong Maluku. Dalam konteks ibadah, ukulele berfungsi sebagai alat musik yang mendorong inklusivitas, memfasilitasi partisipasi jemaat dari berbagai kelompok usia. Selain itu ukulele berfungsi sebagai media inkulturasi iman, sehingga memperkuat makna spiritual komunitas. Studi ini menguatkan pernyataan bahwa ukulele di Indonesia telah melampaui fungsi dasarnya sebagai alat musik dan kini berfungsi sebagai simbol hubungan antara lokalitas dan globalisasi, tradisi dan modernitas, serta ekspresi budaya dan spiritualitas.</span></p> 2026-04-30T00:00:00+09:00 Copyright (c) 2026 Nelinio P. M Parinussa